UMKM  

Cara UMKM Memanfaatkan Event Virtual untuk Menjual Produk dan Memperluas Pasar Online

Event virtual kini menjadi salah satu strategi pemasaran yang semakin efektif bagi UMKM untuk meningkatkan penjualan sekaligus memperluas jangkauan pasar. Perubahan perilaku konsumen yang semakin terbiasa berbelanja online membuat event virtual bukan hanya alternatif, tetapi juga peluang besar untuk membangun brand, menarik pelanggan baru, dan meningkatkan loyalitas pembeli lama. Jika direncanakan dengan tepat, event virtual dapat menjadi “mesin promosi” yang bekerja tanpa batas wilayah serta dapat diulang sebagai aset pemasaran jangka panjang.

Di artikel ini, kita akan membahas cara UMKM memanfaatkan event virtual secara praktis, mulai dari konsep hingga strategi closing penjualan yang optimal.


Memahami Event Virtual sebagai Media Pemasaran UMKM

Event virtual adalah acara promosi yang dilakukan melalui platform digital seperti Zoom, YouTube Live, Instagram Live, TikTok Live, atau platform webinar lainnya. Bentuknya beragam, bisa berupa live shopping, webinar edukasi, workshop, launching produk, demo produk, hingga sesi tanya jawab interaktif.

Keunggulan event virtual untuk UMKM sangat jelas. Pertama, biaya lebih efisien dibanding event offline karena tidak perlu sewa tempat atau perlengkapan fisik. Kedua, jangkauan audiens lebih luas karena siapa pun bisa ikut dari mana saja. Ketiga, event virtual memberikan kesempatan UMKM mengumpulkan data audiens seperti nomor WhatsApp, email, hingga minat pembeli, yang sangat berguna untuk strategi marketing berikutnya.


Menentukan Tujuan Event Virtual agar Tidak Sekadar Ramai

Kesalahan umum UMKM adalah membuat event virtual hanya agar terlihat aktif di media sosial. Padahal, event virtual harus punya tujuan yang jelas agar hasilnya terukur.

UMKM bisa memilih salah satu fokus utama seperti meningkatkan penjualan langsung melalui live shopping, membangun awareness dengan memperkenalkan brand baru, mengedukasi pasar agar nilai produk lebih dipahami, atau mengumpulkan leads untuk promosi jangka panjang. Dengan tujuan yang jelas, UMKM bisa menyusun alur event, materi, dan strategi promosi yang lebih tepat sasaran.

Misalnya, jika target utama adalah penjualan, maka format terbaik adalah live selling dengan promo terbatas. Namun jika targetnya memperluas pasar online, event berbentuk webinar edukasi dan branding jauh lebih efektif karena mampu membangun kepercayaan audiens baru.


Memilih Jenis Event Virtual yang Paling Sesuai untuk Produk UMKM

Tidak semua jenis event cocok untuk semua produk. UMKM perlu menyesuaikan format event dengan karakteristik produknya agar audiens tertarik dan mudah mengambil keputusan membeli.

Untuk produk makanan, minuman, atau produk cepat konsumsi, format live shopping biasanya paling efektif karena bisa memancing impulse buying. Untuk produk fashion dan aksesoris, demo mix and match serta sesi rekomendasi gaya sangat menarik. Sementara itu untuk produk seperti skincare, herbal, atau produk yang butuh edukasi, event berupa webinar dengan penjelasan manfaat lebih cocok karena meningkatkan rasa percaya.

Jika UMKM menjual produk handmade atau craft, event berupa workshop online atau behind the scene pembuatan produk bisa menjadi daya tarik besar. Audiens umumnya suka melihat proses, karena membuat produk terasa lebih bernilai dan unik.


Menyiapkan Materi dan Storytelling agar Event Virtual Lebih Menjual

Dalam event virtual, cara menyampaikan jauh lebih penting daripada sekadar menjelaskan produk. Audiens digital memiliki perhatian yang pendek, sehingga UMKM harus menyusun materi yang “ringan namun kuat”.

Kunci utamanya adalah storytelling. Ceritakan alasan produk dibuat, masalah apa yang diselesaikan, siapa yang cocok menggunakan produk tersebut, hingga testimoni pelanggan. Cerita yang emosional akan lebih mudah diingat dibanding sekadar daftar fitur.

Agar event virtual lebih efektif, UMKM juga bisa menyusun struktur acara yang jelas. Misalnya pembukaan singkat yang menarik, pemaparan manfaat produk, demo penggunaan, sesi tanya jawab, lalu penawaran promo di akhir. Struktur ini membantu audiens tetap fokus dan membuat alur closing lebih natural.


Strategi Promosi Event Virtual agar Peserta Ramai dan Tepat Target

Salah satu faktor sukses event virtual adalah promosi sebelum acara. Banyak event gagal bukan karena materinya buruk, tetapi karena peserta tidak cukup atau audiens yang hadir tidak sesuai target pasar.

Promosi event bisa dimulai 5–7 hari sebelum acara. UMKM dapat membuat konten teaser di Instagram dan TikTok, mengirim broadcast WhatsApp, memanfaatkan status WA setiap hari, serta posting di grup komunitas yang relevan. Jangan lupa gunakan countdown dan reminder agar audiens tidak lupa jadwal event.

Agar promosi lebih tertarget, UMKM juga bisa membuat pendaftaran melalui Google Form atau link landing page sederhana. Selain membantu memprediksi jumlah peserta, pendaftaran ini juga menghasilkan database calon pembeli yang bisa di-follow up.


Memaksimalkan Teknik Closing Penjualan Saat Event Berlangsung

Event virtual yang efektif harus memiliki momen closing yang kuat. Closing tidak harus agresif, tetapi harus jelas dan memudahkan pembeli untuk melakukan transaksi saat itu juga.

UMKM bisa menggunakan strategi promo terbatas seperti diskon khusus peserta event, bundling produk, voucher gratis ongkir, atau hadiah bonus untuk pembelian pertama. Agar lebih menarik, promo bisa dibuat dengan batas waktu singkat seperti 30 menit setelah event berakhir.

Selain promo, kejelasan cara beli juga sangat penting. UMKM harus menyampaikan langkah pembelian secara simpel, misalnya “klik link di bio”, “chat admin di WhatsApp”, atau “ketik kode promo di marketplace”. Jika proses terlalu ribet, audiens akan menunda dan akhirnya lupa membeli.


Follow Up Setelah Event agar Penjualan Berlanjut

Banyak UMKM mengira event selesai berarti tugas selesai. Padahal, follow up setelah event adalah bagian paling krusial untuk meningkatkan konversi.

Setelah acara, UMKM bisa menghubungi peserta yang sudah daftar melalui WhatsApp atau email untuk mengingatkan promo masih berlaku. Bisa juga mengirim rangkuman materi event, testimoni, serta link pembelian. Audiens yang belum sempat membeli sering kali baru memutuskan setelah event selesai, terutama jika mereka butuh waktu berpikir.

Selain itu, rekaman event dapat dijadikan konten ulang. Potongan video demo produk atau sesi tanya jawab bisa diunggah kembali sebagai konten pendek. Ini membuat event virtual tidak hanya menghasilkan penjualan saat itu, tetapi juga menjadi aset konten yang terus mendatangkan pelanggan baru.


Mengukur Keberhasilan Event Virtual dengan Data yang Jelas

Agar event virtual bisa terus berkembang, UMKM harus terbiasa melakukan evaluasi. Ukuran sukses event tidak hanya jumlah peserta, tetapi juga jumlah leads yang terkumpul, tingkat interaksi selama acara, dan jumlah transaksi yang terjadi.

UMKM dapat mencatat berapa orang yang hadir, berapa yang bertanya, berapa yang klik link pembelian, hingga berapa yang benar-benar checkout. Dari data ini, UMKM bisa mengetahui apakah masalahnya ada pada promosi, materi event, atau teknik closing.

Dengan evaluasi rutin, event virtual berikutnya bisa dibuat lebih matang dan hasilnya semakin besar.


Kesimpulan

Cara UMKM memanfaatkan event virtual untuk menjual produk dan memperluas pasar online bukan hanya soal live jualan, tetapi tentang membangun pengalaman digital yang meyakinkan audiens. Event virtual yang sukses membutuhkan tujuan yang jelas, format acara yang sesuai produk, materi storytelling yang kuat, promosi yang tepat, teknik closing yang efektif, serta follow up yang konsisten.