Cara Memilih Saham Potensial Dengan Risiko Rendah Untuk Investor Pemula Saat Ini

1) Mulai dari Saham “Kelas Aman”: Blue Chip & Indeks Besar

Kalau kamu pemula, jangan langsung masuk saham kecil yang naik-turun liar. Lebih aman mulai dari:

  • Blue chip (perusahaan besar, bisnis mapan, reputasi kuat)
  • Saham yang masuk indeks besar seperti LQ45, IDX30 (umumnya lebih stabil & likuid)

Ini sejalan dengan edukasi BEI yang menekankan pemula perlu fokus pada fundamental bagus dan memilih saham yang lebih aman secara tren & kualitas perusahaan.

✅ Ciri khas saham “kelas aman”:

  • Market cap besar
  • Volume transaksi tinggi (mudah keluar-masuk)
  • Perusahaan sering diliput, laporan keuangannya rapi


2) Utamakan Likuiditas: Jangan Sampai Nyangkut

Banyak pemula rugi bukan karena salah analisis, tapi karena beli saham sepi transaksi.
Saham illiquid itu bahaya karena:

  • sulit jual saat harga jatuh
  • spread bid/offer lebar
  • rawan “ditarik bandar”

✅ Checklist likuiditas:

  • transaksi harian ramai
  • bid-offer rapat
  • nilai transaksi konsisten


3) Cek Fundamental Paling Penting (Ini Senjata Utama Pemula)

Kalau kamu investor pemula dan mau risiko rendah, analisis fundamental wajib jalan.

BEI juga menekankan fundamental sebagai cara menilai saham layak beli atau tidak, lewat kesehatan perusahaan.

Minimal cek 5 poin ini:

A. Laba bersih stabil naik

  • profit tidak naik-turun ekstrem

B. Utang sehat (DER tidak gila)

  • utang terlalu besar = rawan saat ekonomi berat

C. Arus kas operasi positif

  • bukan cuma untung di kertas

D. ROE/ROA masuk akal

  • perusahaan efisien menghasilkan profit

E. Bisnisnya mudah dipahami

  • kalau kamu nggak paham cara perusahaan cuan, jangan beli dulu


4) Cari Saham dengan “Margin of Safety” (Harga Tidak Kemahalan)

Saham bagus bisa jadi buruk kalau belinya terlalu mahal.

Konsep “defensive investor” ala Benjamin Graham menekankan beli saham dengan prinsip aman, disiplin, dan margin of safety.

✅ Cara simpel untuk pemula:

  • bandingkan valuasi dengan perusahaan sejenis (sektor yang sama)
  • hindari saham yang sudah “hype” naik terlalu tinggi tanpa dukungan laba


5) Pilih Sektor Defensif Saat Kondisi Ekonomi Tidak Stabil

Karena kamu bilang “saat ini”, maka strategi aman adalah fokus sektor yang permintaannya relatif stabil.

✅ Contoh sektor defensif:

  • consumer staples (kebutuhan harian)
  • telko
  • perbankan besar (bukan bank kecil)
  • kesehatan

Saham defensif biasanya lebih tahan banting saat market koreksi.


6) Utamakan Saham yang Rutin Bagi Dividen (Tanda Bisnis Sehat)

Dividen itu bukan sekadar bonus, tapi tanda:

  • perusahaan punya laba konsisten
  • cashflow kuat
  • manajemen tidak asal ekspansi

Untuk investor pemula, saham yang rutin dividen biasanya lebih “adem”.


7) Hindari Saham “Gorengan” (Ini Penyebab Pemula Cepat Kapok)

Ini penting banget bro.

🚫 Hindari ciri-ciri saham gorengan:

  • naik cepat tanpa alasan fundamental
  • jarang ada laporan/review analis
  • volume tiba-tiba meledak
  • sering kena auto rejection
  • rumor lebih dominan daripada data

Saham seperti ini cocoknya trader berpengalaman, bukan pemula.


8) Pakai Strategi DCA (Nabung Saham) untuk Tekan Risiko

Daripada all in, lebih aman pakai:
DCA (Dollar Cost Averaging) = beli berkala dengan nominal tetap.

Keunggulan:

  • mengurangi risiko salah timing
  • rata-rata harga lebih stabil
  • mental lebih kuat

Pendekatan ini juga sering direkomendasikan dalam panduan investasi pemula.


9) Diversifikasi: Jangan Taruh Uang di 1 Saham

Risiko terendah bagi pemula adalah portofolio terdiversifikasi.

✅ Format paling aman:

  • 3–6 saham dari sektor berbeda
    atau
  • kombinasi indeks/ETF + blue chip (kalau tersedia di platform kamu)


10) Perhatikan Biaya Transaksi & Aturan Bursa

Banyak pemula lupa: biaya transaksi itu bikin return berkurang kalau terlalu sering beli-jual.

BEI menjelaskan mekanisme perdagangan serta komponen biaya (KSEI/KPEI, PPN, dll).

✅ Tips aman:

  • investasi jangka menengah/panjang
  • jangan overtrade


Checklist Cepat (Biar Kamu Bisa Screening Saham Dalam 2 Menit)

Sebelum beli, cek ini:

✅ Likuiditas tinggi
✅ Market cap besar
✅ Masuk LQ45/IDX30 (nilai plus)
✅ Laba stabil
✅ Utang wajar
✅ Cashflow positif
✅ Valuasi tidak kemahalan (ada margin of safety)
✅ Dividen rutin (opsional tapi bagus)
✅ Tidak sedang hype/rumor ekstrem

Kalau 7 dari 9 checklist lolos → itu kandidat aman buat pemula.


Rekomendasi Strategi Aman Untuk Pemula (Praktik Real)

Kalau kamu baru mulai, ini template paling aman:

Model Portofolio Pemula:

  • 60% saham blue chip defensif
  • 40% saham sektor stabil lain (atau indeks kalau ada)

Beli pakai DCA:

  • 1x sebulan, tanggal tetap
  • evaluasi tiap 3 bulan